Fana
Terdiam aku,satu persatu dengan tatapan binar
Senyawa merasuk dalam sukma membuat lara
Kefanaan membentuk kelemahan
Hingga daya ikat pun rentan putus
Katanya tak ada yang abadi
Semua hanya titipan,termasuk tubuh
Setiap caci maki ataupun suka cita datang bergantian bak permainan yang akan terus meluncur turun naik di bumi
Kelak berhenti hanya jika napasmu juga berhenti
Tak perlu risau sayang,semua sama dirasa
Kulit halus dan terjaga,tubuh dan hati yang diberi makan
Semua hanyalah titipan Tuhan
Kelak dalam tanah berlubang nan basah,akan dimakan semut
Akhirnya,habis jua dimakan waktu
Jika hidup terasa berat,tak apa
Jalani saja dengan semestinya,takkan sesulit pikiranmu
Syukuri dan jangan ada kata menyerah
Kau hanya perlu percaya,Tuhan Maha Adil
Komentar
Posting Komentar