Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Senyum Indah Dalam Hidup

Untuk apa kau terlalu bersusah payah untuk mencapainya? Jika hidup ini hanyalah sementara Jangan buat kau meneteskan air mata Sesungguhnya kita memiliki sang pencipta   Sakit, lelah, lesu, syukuri saja Dan jangan lupa berdoa Tersenyumlah… Sehingga masalah hidup dapat dilalui dengan mudah   Lihatlah… Mereka yang memiliki harta sedikit, namun terus bangkit Dengan segala kekurangan hidup, ia tak pernah merasa sakit   Senyum indah sebuah kehidupan Di mana segala hal terasa sangat menyenangkan Hidup tidak perihal menertawakan dalam kesusahan Namun saling membantu bak seorang relawan   Cukupkan semua hal hanya untuk mendapat ridha-Nya Bukan untuk mengejar nafsu pada dunia Hidup akan terasa bahagia Dengan mereka yang pandai dalam mengaturnya Menata indah yang berada di Jalan-Nya

Kopi dan Hujan

Sama-sama berupa air yang menenangkan.. Kopi bagiku sebuah pelarian dari segala kegundahan.. Hujan itu seperti teman yang berusaha menghibur bahwa aku bersedih tidak seorang diri.. Taukah kau? Aku menyukai rintikan hujan yang menari-nari ketika jatuh ke bumi.. Juga menyukai kopi yang pahit dan manisnya tidak bisa dirasakan sekaligus.. Mungkin air kopi tak sebening hujan, dan hujan datang tak sehangat kopi, Tapi kopi mampu menghangatkan siapa saja yang menikmati hujan…

Doa Ku Supaya Selalu Bahagia

Tidak banyak yang saya pinta dari-Mu Namun saya tidak ingin semuanya ada di ku Kesulitan dan kesusahan menerpa ku Doa ku hanya ingin bahagia Telah jemu saya rasakan semua cedera Dan perkenankan kehidupan ku ini berlimpah tawa Tuhan,besar keinginan ku untuk ini Untuk kehidupan ku ini Supaya kembali ku tidak sakit hati Dan jujur saya lelah dengan semuanya Keinginan ku hanya ingin bahagia Itu saja,dan tidak minta yang lain Saya tidak harapkan banyak harta Yang ku sukai,bimbing saya supaya selalu bahagia Dengan semua doa dan usaha Supaya saya selalu pahagia

Roda Berputar,Fase Berganti

Agaknya sang hati sudah begitu lelah,tak perlu kalian ingatkan Ia sudah jauh lebih dulu sadar Tidakkah sejenak kita ingat pada tanaman bunga mawar? Meski satu tangkai,bukankah masing-masing bunga memiliki masanya sendiri untuk mekar? Tak perlu risau... Diksi ku ini hanya ingin menghaturkan banyak terimakasih,sebab telah begitu semangat dalam mencecar Baik secara sadar maupun tidak,aku sama sekali tak akan gentar,apalagi sampai gemetar Walaupun derai air mata mewarnai aksara demi aksaranya,sungguh itu hanya bersifat sementara Semoga kalian senantiasa bahagia Dari aku yang tampak begitu nista

Surga

Aku ingin bercerita Tentang langganan baruku Yang diam-diam datang bersama bintang Dia bernama impian Bukan cita-cita,hanya sebuah keinginan Dia memintaku  Berkeliling negara indah Berjalan melalui lorong khayalan Aku tak tahu Apakah dia sedang menolong atau mengejekku? Ataukah dia meletakkan sebongkah rindu Rindu pada surga yang tak tersentuh Oleh hati maupun pikiran 

Untuk Diriku Di Masa Depan

Untuk diriku dimasa depan, Tak perlu kau menyalahkan diri ini Karena itu semua adalah salah kusaat ini Akibat terlarut akan buaian dunia Untuk diriku dimasa depan, Tak perlu kau menyalahkan orang lain Karena itu semua hanyalah prasangka ego semata Akibat menganggap diri ini yang benar Untuk diriku dimasa depan, Tak perlu kau mengejar kesempurnaan Karena itu semua hanyalah ilusi hati Akibat merasa hidup harus berkelimpahan Untuk diriku dimasa depan, Perlu kau mengejar kebahagiaan Karena dari situlah terpancar isi hati Segala kesedihan, keterpurukan akan tiada

Fana

Terdiam aku,satu persatu dengan tatapan binar Senyawa merasuk dalam sukma membuat lara Kefanaan membentuk kelemahan Hingga daya ikat pun rentan putus Katanya tak ada yang abadi Semua hanya titipan,termasuk tubuh Setiap caci maki ataupun suka cita datang bergantian bak permainan yang akan terus meluncur turun naik di bumi Kelak berhenti hanya jika napasmu juga berhenti Tak perlu risau sayang,semua sama dirasa Kulit halus dan terjaga,tubuh dan hati yang diberi makan Semua hanyalah titipan Tuhan Kelak dalam tanah berlubang nan basah,akan dimakan semut Akhirnya,habis jua dimakan waktu Jika hidup terasa berat,tak apa Jalani saja dengan semestinya,takkan sesulit pikiranmu Syukuri dan jangan ada kata menyerah Kau hanya perlu percaya,Tuhan Maha Adil

Virus Mematikan

Warna malam dan warna pagi seakan sama Pikiran yang ada di dalam diriku yang membuatku berbeda Segala titik jejak dimanapun membuatku terkubur Aku hanya ingin dan ingin  Kain biru bertali selalu aku gantung di telingaku Ayolah ... aku ingin mengakhiri semua ini Darat air dan udara seakan setuju dengan keinginanku Tempat dimanapun yang sekarang berbeda dari biasanya Semua telah sunyi Seakan hanya detak jantung ku yang terdengar Aku hanya ingin dan ingin Semua seakan mendorongku untuk kembali Tanpa mengetahui apa yang terjadi Timur barat selatan atau utara Tak akan ada yang berbeda Sunyi Aku hanya ingin dan ingin Tuhan Engkau sepikan tempat-tempat kesibukan kami Engkau sunyikan tempat kami Membanggakan jumlah Bahkan engkau senyapkan rumahmu yang selama ini kami ramaikan  Mengingatmu pun untuk diri kami sendiri Tuhan, Bila ini bukan karena kemurkaanmu kami tidak peduli Bila ini karena cinta dan rindumu kepada kami Bimbinglah kami Untuk segera datang,Tuhan,memenuhi Panggilanmu Men...